Tuesday, November 20, 2012

LEADERSHIP - CONFLICT


Seorang Leadership atau pemimpin tidak akan pernah lepas dari yang namanya konflik dalam organisasi atau perusahaan yang sedang dipimpinya. Kelompok kami akan mendeskripsikan tentang makna poster yang terdapat di atas. Mengapa kami memilih gambar pohon kelapa? Menurut kami, pohon kelapa merupakan pohon yang kuat. Walaupun diterpa angin kencang, pohon kelapa tersebut tetap kuat berdiri. Seandainya pohon kelapa jatuh, maka pohon itu dapat merugikan lingkungan sekitarnya. Pohon kelapa yang roboh akan menimpa rumah-rumah di sekitarnya. Selain kekuatan, pohon kelapa juga memiliki banyak kegunaan mulai dari daun, buah, hingga akarnya. Semua bagian dari pohon kelapa dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Pada poster kami, pohon kelapa digambarkan sebagai seorang pemimpin pada perusahaan. Perkotaan di bawah pohon kelapa adalah gambaran dari bawahan pemimpin. Bangunan tinggi menggambarkan jabatan yang tinggi dan bangunan yang tidak tinggi menggambarkan kedudukan yang lebih rendah. Jika pemimpin tidak dapat berdiri kokoh maka akan menimpa dan merugikan bawahannya. Maka
"Be Stong As Coconut Tree", jadilah seorang pemimpin yang kokoh dan kuat seperti pohon kelapa. Selain itu, jadilah juga pemimpin yang berguna untuk perusahaan.

“Higher position : more problem”
Maksud dari quote tersebut adalah seorang pemimpin memiliki kedudukan yang paling tinggi. Sebagai seorang pemimpin harus siap menghadapi berbagai macam konflik dan masalah yang akan menghadang perusahaannya.Semakin tinggi jabatan yang kita duduki,semakin besar pula masalah yang akan menghadang kita.Meskipun berbagai macam masalah datang untuk menghadang, pemimpin harus memerintah bawahannya untuk tidak mudah goyah dan tetap berpegang teguh pada pendiriannya. Seorang pemimpin tidak boleh gampang terpancing terhadap situasi yang sedang terjadi menimpa perusahaanya. Seorang pemimpin harus mencari akar permasalahan yang sedang menimpa perusahaanya. Jika ada masalah yang ternyata dapat mengakibatkan perusahaan itu jatuh atau turun performanya, maka segera seorang pemimpin harus mengambil tindakan untuk menyelesaiakan masalah itu dengan tegas. Jika tidak diambil langkah tegas, maka akan berdampak buruk pada perusahaan tersebut.


Pada bagian bawah terdapat bayangan dari kota-kota besar, namun bayangan tersebut berbeda dengan bayangan kota-kota besar. Bayangan tersebut menggambarkan dari kota tanpa pohon kelapa atau pemimpin. Tanpa adanya pohon kelapa atau pemimpin, perusahaan tersebut tidak akan berkembang karena tidak ada sosok seorang leader yang menahkodai "Kapal Besar" (Perusahaan) tersebut, terlebih perusahaan yang tidak ada seorang leadership nya tersebut adalah perusahaan formal.


Sekian deskripsi dari kelompok kami. Terima kasih.

-- Semoga Bermanfaat --


Tuesday, November 13, 2012

SAP FI/CO (Financial and Controlling)


Di dunia accounting, sistem pelaporan pada dasarnya dibedakan menjadi 2 bagian besar yaitu Management accounting dan Financial accounting. Keduanya mempunyai objective yang berbeda dan cara pengukuran dan standard yang berbeda.Berikut perbedaan dari kedua istilah tersebut:
  1. Management accounting (controlling) itu deal dengan sistem performance, pengukuran seberapa efektif suatu sistem. Standardnya ditentukan sendiri oleh user, terserah bagaimana user menghitung dan men-set up standardnya, bisa berbeda - beda antara satu company dengan company yang lain.
  2. Sedangkan Financial accounting adalah sistem pelaporan keuangan yang nantinya akan diberikan kepada pihak ketiga. Kalo di sini, standardnya udah di tentukan, jadi bakalan sama cara penghitungannya di semua perusahaan .Financial accounting sebagai alat komunikasi antar data keuangan/aktivitas perusahaan dengan pihak-pihak yang berkepentingan dengan data-data/aktivitas tersebut.

Berikut Mind map dari FI/CO (Financial and Controlling)


Klik disini untuk gambar ukuran besar

Berikut fitur - fitur yang terdapat di sistem ERP SAP FI/CO (Financial Controlling)

  1. Document Flow for Customer Service yaitu Semua data transaksi dipusatkan pada satu database, sehingga terpusat dalam satu tempat
  2. Management Reporting  and Analysis Tools yaitu ERP menyediakan fasilitas untuk membuat laporan, dimana laporan tersebut dibuat dari penyatuan masing masing data warehouse yang ada pada masing masing modul
  3. Archiving yaitu ERP mengarsipkan setiap aksi yang dilakukan staff. Arsip ini kemudian dapat dimasukkan kedalam laporan, serta dapat dibackup kedalam media penyimpan eksternal
  4.  User Auth yaitu ERP menyediakan sebuah layer yang mengatur hak akses pekerja.
  5. Tolerance Groups yaitu ERP dapat membatasi transaksi yang dapat ditangani untuk tiap pekerja.
  6.  Financial Transparency yaitu Hal ini berkaitan dengan laporan, laporan yang dibuat oleh ERP dapat dirinci lebih lanjut lagi. Sehingga memudahkan auditor keuangan.

Terima kasih semoga bermanfaat bagi kita semua.






Monday, October 29, 2012

Penerapan SCM [Supply Chain Management] di PT Carrefour Indonesia


SCM memang memegang peran penting dalam industri ritel. Terlebih bagi peritel besar sekelas Carrefour, yang memiliki 75 gerai dengan lokasi tersebar di berbagai tempat (30 gerai Carrefour di bawah PT Carrefour Indonesia dan 45 gerai Carrefour Express di bawah PT Alfa Retailindo Tbk.) dan bekerja sama dengan lebih dari 4 ribu pemasok.Tanpa adanya SCM yang efisien, mengelola magnitude sebesar itu, sudah tidak mungkin. Jadi dengan adanya SCM yang efisien, maka jaminan pasokan barang selalu ada dan harga untuk konsumen akan selalu terkelola dengan baik




1.1 Did the company have an ERP system prior to the SCM implementation?
Ya,Karena  PT Carrefour Indonesia memiliki sebuah sistem ERP yaitu InfoLog. Dengan InfoLog, semua proses dalam rantai pasokan bisa diintegrasikan. Selain itu, sistem ini memudahkan kolaborasi Carrefour dengan para pemasok,karena rantai pasokan yang dibangun Carrefour ini berdasarkan perhitungan tingkat optimasi dari pabrik atau pemasok sampai ke rak (shelf) gerai. Hal ini membutuhkan analisis dari setiap jenis produk dan supply chain pemasok.Metode SCM yang di terapkan di Careefour yaitu menerapkan proses just-in-time (JIT) di pusat distribusi (Distribution Center/DC), yang disebut Cross Dock. Tujuannya untuk mengefisienkan proses sehingga tidak diperlukan adanya stok di pusat distribusi. Jadi ketika pemasok mengirim barang hari ini ke DC Carrefour di Pondok Ungu dan Lebak Bulus, maka keesokan harinya barang itu sudah terkirim ke gerai-gerai. Singkatnya, metode Cross Dock memungkinkan prosesnya lebih transparan dalam distribusi produk karena tidak ada produk yang terdegradasi (tertinggal) di gudang utama. PT Careefour Indonesia yang pertama kali merapkan metode JIT. Pengembangan SCM di Carrefour ini bukan hanya berdasarkan proses pergerakan fisik produk, melainkan memperhatikan pula aliran informasi. Selain itu juga mempertimbangkan penyederhanaan dokumentasi untuk penagihan dari pemasok dan pembayaran oleh Carrefour ke pemasok.

Proses Order yang dikembangkan PT Careefour Indonesia:

Central Order Pool (COP), di mana proses pengorderan dilakukan secara otomatis dan terpusat berdasarkan posisi stok di gerai dan parameter-parameter lain. Untuk melakukan pemesanan barang dengan seluruh pemasok, Carrefour menggunakan sistem Electronic Data Interchange (EDI). Jika order sudah diterima, pemasok bisa menerimanya melalui Web. Ada pula pemasok yang sudah mengintegrasikannya dengan sistem ERP mereka. Selanjutnya, mereka menyampaikan (submit) order itu ke pabriknya, lalu barang pun dikirim ke DC Carrefour (gudang utama).

1.2 Can the company quantify the benefits of having SCM?

SCM yang terealisasi di Careefour  memberi beberapa keuntungan, baik bagi Carrefour maupun pemasok.
Bagi Carrefour : Keuntungan utamanya perbaikan ketersediaan produk di gerai. Menurutnya, hal itu sebenarnya juga merupakan keuntungan bagi pemasok, karena menghilangkan lost of sales yang diakibatkan produk tidak tersedia.
Bagi pemasok : Proses yang lebih sederhana, karena hanya memproses satu order. Pemasok juga hanya perlu mengirim produk ke satu titik, sehingga lebih menghemat biaya dibanding mengirim produk ke seluruh gerai. Pemasok pun akan merasakan penghematan biaya pengiriman, ketersediaan produk yang lebih terjamin, dan terjaganya kinerja pemasok di Carrefour dalam hal service level

Testimoni dari beberapa pemasok yang sudah memanfaatkan SCM yang di kembangkan Carrefour

1. CV Mulyatama

Pada sistem SCM yang di kembangkan Carrefour sekarang ini penggunaan tenaga kerja lebih efisien. Sebelumnya pengiriman dilakukan langsung ke gerai sehingga memerlukan lebih banyak tenaga kerja. Dalam satu hari satu mobil maksimum hanya ias menuju tiga gerai. Sekarang pengiriman cukup dilakukan satu kali dan sudah mencakup seluruh gerai Carrefour.

2. PT Unilever Indonesia Tbk.

Dengan sistem pengiriman terpusat ini, Unilever sebagai pemasok tidak perlu lagi mengirim barang langsung ke gerai-gerai Carrefour, tapi cukup ke gudang Carrefour. Carrefour kemudian akan mengirim barang Unilever ke gerai bersama-sama dengan barang dari pemasok lain.Sistem pengiriman terpusat ini merupakan kolaborasi yang baik antara Unilever dengan Carrefour. Apabila dilihat dari rantai pasokan secara keseluruhan, kolaborasi ini menghasilkan efisiensi yang ias dinikmati bersama oleh Unilever dan Carrefour. Dengan kapabilitas yang dimiliki Carrefour, sistem rantai pasokan yang baru ini ias dikembangkan untuk menjangkau daerah yang lebih luas lagi.

1.3 How does the company measure success?
  1. Dengan SCM yang diterapkan Carrefour saat ini yaitu akurasi data di pusat distribusi diklaim hampir selalu 100%, walaupun mengelola puluhan ribu jenis produk,karena Carrefour menerapkan proses cycle count (alias penghitungan stok menggunakan sampling setiap hari).
  2. Penggunaan tenaga kerja pemasok lebih efisien. Sebelumnya pengiriman dilakukan langsung ke gerai sehingga memerlukan lebih banyak tenaga kerja.
  3. Pemasok tidak perlu lagi mengirim barang langsung ke gerai-gerai Carrefour, tapi cukup ke gudang Carrefour. Carrefour kemudian akan mengirim barang – barrang  dari pemasok ke gerai secara  bersama-sama.
  4. Tidak akan terjadi keterlambatan pengiriman barang di setiap gerai – gerai Carrefour dan harga untuk konsumen terkelola dengan baik.
  5. Barang yang banyak diminati pelanggan  tidak pernah terjadi “Out of Stock”


2. How can a business better serve its customers using the APO tool in SAP?

Karena APO adalah alat yang dirancang untuk memungkinkan suatu organisasi untuk  mencapai an tujuan yang kontradiktif, meningkatkan layanan terhadap pelanggan,sementara mengurangi biaya. Dengan mengaktifkan visibilitas dan akses kepada semua stakeholder yang terlibat dalam sebuah  organisasi yang besar,perencanaan permintaa, perencanaan kebutuhan ini semua adalah kemampuan  APO dalam memproyeksikan kebutuhan pelanggan yang berada di sebuah perusahaan. Kebutuhan tersebut dikombinasikan dengan kapasitas aset modal di perusahaan anda dan persediaan yang ada, yang kemudian digunakan sebagai masukan untuk pasokan perencanaan jaringan, yang mengubahnya menjadi rencana layak untuk produksi, pergudangan, dan transportasi. Rencana ini diakurasikan dengan saldo material, tenaga kerja, dan kendala peralatan dengan antisipasi permintaan pelanggan. Bersama-sama permintaan perencanaan dan pasokan perencanaan jaringan dapat mendukung perusahaan anda untuk seluruh penjualan dan operasi proses perencanaan.





Sumber :




Friday, October 19, 2012

SCM (Supply Chain Management)


Apa yang dimaksud dengan Supply Chain Management (SCM)?
SCM menekankan pada pola terpadu menyangkut proses aliran produk dari supplier, manufaktur, retailer hingga pada konsumen akhir. Dalam konsep SCM ingin diperlihatkan bahwa rangkaian aktivitas antara supplier hingga konsumen akhir adalah dalam satu kesatuan tanpa sekat yang besar. Mekanisme informasi antara berbagai komponen  tersebut  berlangsung  secara transparan.

Maka dapat dikatakan bahwa Supply Chain Management(SCM) adalah suatu konsep yang menyangkut pola pendistribusian produk yang mampu menggantikan pola-pola pendistribusian produk secarat radisional. Pola baru ini menyangkut aktivitas pendistribusian, jadwal produksi, dan logistik.Ada pula yang mengatakan bahwa Supply Chain Management (SCM)adalah suatu metode penciptaan produk untuk disampaikan pada penggunaakhir.Berikut Mindmap proses Supply Chain Management



Ingin gambar lebih besar klik disini!
 
Terima kasih semoga berguna bagi kita semua.Amiin

Wednesday, October 17, 2012

Tentang Sistem Informasi Universitas Ma Chung

SISTEM INFORMASI Adalah salah satu Jurusan di Universitas Ma Chung yang mempelajari tentang bagaimana membangun dan menerapkan teknologi informasi dengan proses bisnis yang ada saat ini, sehingga suatu bisnis akan dapat dengan efektif mencapai tujuannya dengan menerapkan dan menggunakan IT dalam bisnis.Program Studi Sistem Informasi Universitas Ma Chung menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi kuat dalam bidang analisa sistem, tata kelola teknologi informasi dan pemrograman dimana lulusan kami dihasilkan melalui proses pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum yang disesuaikan dengan standard APTIKOM serta standard kurikulum inetrnasional IS2002 dan juga melihat pada kebutuhan pasar akan tenaga professional dalam bidang sistem informasi dengan memastikan agar teknologi dan sistem informasi yang dimiliki selaras dengan strategi bisnis perusahaan dengan tujuan agar dapat tercipta keunggulan kompetitif dalam bersaing (the value of information technology to the business).
Kami hadir untuk menjawab tantangan akan sulitnya mencari lulusan informatika yang "siap terap" atau "siap pakai". Rata-rata belakangan ini sarjana yang ada masih berada dalam tahap "siap training" dengan dilengkapi kualitas Soft Skills yang tinggi dan fokus pada beberapa hal yaitu antara lain:
  • Fokus pada teknik mengintegrasikan solusi teknologi informasi dengan proses bisnis agar kebutuhan organisasi akan informasi dapat terpenuhi
  • Menekankan pada "informasi" sebagai sebuah sumber daya penting dalam berproduksi, terutama dalam kaitannya kebutuhan korporasi dalam pencapaian visi dan misi yang dicanangkan.
  • Mempelajari aspek penting bagaimana "informasi" diciptakan, diproses, dan didistribusikan ke seluruh pemangku kepentingan dalam institusi.
  • Menekankan pada proses tata kelola, perencanaan dan organisasi, pengadaan dan implementasi, penerapan dan pemeliharaan serta pengawasan dan evaluasi sumber daya teknologi informasi yang ada pada suatu institusi

Serta dilengkapi dengan beberapa fasilitas sertifikasi international antara lain Certiport, Prometric, Cisco Academy, ETS, dan HSK dengan tujuan untuk lebih mempersiapkan dan memberikan bekal pada lulusan kami di lapangan kerja.
KARIR PROFESIONAL
Program Studi Sistem Informasi Universitas Ma Chung mempunyai komitmen yang tinggi untuk menghasilkan lulusan profesional yang dapat berkarir sebagai :
  • Businees /System Analyst And Developer System
  • IT Infrastructure And Management Director
  • IT Networking And Management Director
  • IT And Business Development Manager
  • IT Auditor And Control
  • System/Network/Database Administrator
  • Information System Enterprise/Solutions Architect
  • IS/IT Consultant