Monday, October 29, 2012

Penerapan SCM [Supply Chain Management] di PT Carrefour Indonesia


SCM memang memegang peran penting dalam industri ritel. Terlebih bagi peritel besar sekelas Carrefour, yang memiliki 75 gerai dengan lokasi tersebar di berbagai tempat (30 gerai Carrefour di bawah PT Carrefour Indonesia dan 45 gerai Carrefour Express di bawah PT Alfa Retailindo Tbk.) dan bekerja sama dengan lebih dari 4 ribu pemasok.Tanpa adanya SCM yang efisien, mengelola magnitude sebesar itu, sudah tidak mungkin. Jadi dengan adanya SCM yang efisien, maka jaminan pasokan barang selalu ada dan harga untuk konsumen akan selalu terkelola dengan baik




1.1 Did the company have an ERP system prior to the SCM implementation?
Ya,Karena  PT Carrefour Indonesia memiliki sebuah sistem ERP yaitu InfoLog. Dengan InfoLog, semua proses dalam rantai pasokan bisa diintegrasikan. Selain itu, sistem ini memudahkan kolaborasi Carrefour dengan para pemasok,karena rantai pasokan yang dibangun Carrefour ini berdasarkan perhitungan tingkat optimasi dari pabrik atau pemasok sampai ke rak (shelf) gerai. Hal ini membutuhkan analisis dari setiap jenis produk dan supply chain pemasok.Metode SCM yang di terapkan di Careefour yaitu menerapkan proses just-in-time (JIT) di pusat distribusi (Distribution Center/DC), yang disebut Cross Dock. Tujuannya untuk mengefisienkan proses sehingga tidak diperlukan adanya stok di pusat distribusi. Jadi ketika pemasok mengirim barang hari ini ke DC Carrefour di Pondok Ungu dan Lebak Bulus, maka keesokan harinya barang itu sudah terkirim ke gerai-gerai. Singkatnya, metode Cross Dock memungkinkan prosesnya lebih transparan dalam distribusi produk karena tidak ada produk yang terdegradasi (tertinggal) di gudang utama. PT Careefour Indonesia yang pertama kali merapkan metode JIT. Pengembangan SCM di Carrefour ini bukan hanya berdasarkan proses pergerakan fisik produk, melainkan memperhatikan pula aliran informasi. Selain itu juga mempertimbangkan penyederhanaan dokumentasi untuk penagihan dari pemasok dan pembayaran oleh Carrefour ke pemasok.

Proses Order yang dikembangkan PT Careefour Indonesia:

Central Order Pool (COP), di mana proses pengorderan dilakukan secara otomatis dan terpusat berdasarkan posisi stok di gerai dan parameter-parameter lain. Untuk melakukan pemesanan barang dengan seluruh pemasok, Carrefour menggunakan sistem Electronic Data Interchange (EDI). Jika order sudah diterima, pemasok bisa menerimanya melalui Web. Ada pula pemasok yang sudah mengintegrasikannya dengan sistem ERP mereka. Selanjutnya, mereka menyampaikan (submit) order itu ke pabriknya, lalu barang pun dikirim ke DC Carrefour (gudang utama).

1.2 Can the company quantify the benefits of having SCM?

SCM yang terealisasi di Careefour  memberi beberapa keuntungan, baik bagi Carrefour maupun pemasok.
Bagi Carrefour : Keuntungan utamanya perbaikan ketersediaan produk di gerai. Menurutnya, hal itu sebenarnya juga merupakan keuntungan bagi pemasok, karena menghilangkan lost of sales yang diakibatkan produk tidak tersedia.
Bagi pemasok : Proses yang lebih sederhana, karena hanya memproses satu order. Pemasok juga hanya perlu mengirim produk ke satu titik, sehingga lebih menghemat biaya dibanding mengirim produk ke seluruh gerai. Pemasok pun akan merasakan penghematan biaya pengiriman, ketersediaan produk yang lebih terjamin, dan terjaganya kinerja pemasok di Carrefour dalam hal service level

Testimoni dari beberapa pemasok yang sudah memanfaatkan SCM yang di kembangkan Carrefour

1. CV Mulyatama

Pada sistem SCM yang di kembangkan Carrefour sekarang ini penggunaan tenaga kerja lebih efisien. Sebelumnya pengiriman dilakukan langsung ke gerai sehingga memerlukan lebih banyak tenaga kerja. Dalam satu hari satu mobil maksimum hanya ias menuju tiga gerai. Sekarang pengiriman cukup dilakukan satu kali dan sudah mencakup seluruh gerai Carrefour.

2. PT Unilever Indonesia Tbk.

Dengan sistem pengiriman terpusat ini, Unilever sebagai pemasok tidak perlu lagi mengirim barang langsung ke gerai-gerai Carrefour, tapi cukup ke gudang Carrefour. Carrefour kemudian akan mengirim barang Unilever ke gerai bersama-sama dengan barang dari pemasok lain.Sistem pengiriman terpusat ini merupakan kolaborasi yang baik antara Unilever dengan Carrefour. Apabila dilihat dari rantai pasokan secara keseluruhan, kolaborasi ini menghasilkan efisiensi yang ias dinikmati bersama oleh Unilever dan Carrefour. Dengan kapabilitas yang dimiliki Carrefour, sistem rantai pasokan yang baru ini ias dikembangkan untuk menjangkau daerah yang lebih luas lagi.

1.3 How does the company measure success?
  1. Dengan SCM yang diterapkan Carrefour saat ini yaitu akurasi data di pusat distribusi diklaim hampir selalu 100%, walaupun mengelola puluhan ribu jenis produk,karena Carrefour menerapkan proses cycle count (alias penghitungan stok menggunakan sampling setiap hari).
  2. Penggunaan tenaga kerja pemasok lebih efisien. Sebelumnya pengiriman dilakukan langsung ke gerai sehingga memerlukan lebih banyak tenaga kerja.
  3. Pemasok tidak perlu lagi mengirim barang langsung ke gerai-gerai Carrefour, tapi cukup ke gudang Carrefour. Carrefour kemudian akan mengirim barang – barrang  dari pemasok ke gerai secara  bersama-sama.
  4. Tidak akan terjadi keterlambatan pengiriman barang di setiap gerai – gerai Carrefour dan harga untuk konsumen terkelola dengan baik.
  5. Barang yang banyak diminati pelanggan  tidak pernah terjadi “Out of Stock”


2. How can a business better serve its customers using the APO tool in SAP?

Karena APO adalah alat yang dirancang untuk memungkinkan suatu organisasi untuk  mencapai an tujuan yang kontradiktif, meningkatkan layanan terhadap pelanggan,sementara mengurangi biaya. Dengan mengaktifkan visibilitas dan akses kepada semua stakeholder yang terlibat dalam sebuah  organisasi yang besar,perencanaan permintaa, perencanaan kebutuhan ini semua adalah kemampuan  APO dalam memproyeksikan kebutuhan pelanggan yang berada di sebuah perusahaan. Kebutuhan tersebut dikombinasikan dengan kapasitas aset modal di perusahaan anda dan persediaan yang ada, yang kemudian digunakan sebagai masukan untuk pasokan perencanaan jaringan, yang mengubahnya menjadi rencana layak untuk produksi, pergudangan, dan transportasi. Rencana ini diakurasikan dengan saldo material, tenaga kerja, dan kendala peralatan dengan antisipasi permintaan pelanggan. Bersama-sama permintaan perencanaan dan pasokan perencanaan jaringan dapat mendukung perusahaan anda untuk seluruh penjualan dan operasi proses perencanaan.





Sumber :




1 comment:

  1. Data Visualization Software
    SQIAR (http://www.sqiar.com/solutions/technology/tableau) is a leading Business Intelligence company and provides Tableau Software consultancy across United Kingdom and USA.

    ReplyDelete